Kasta

Kasta dari bahsa portugis adalah pembagian masyarakat. Kasta yang sebenarnya merupakan tukang-tukang atau orang-orang ahli dalam bidang tertentu. Semestinya harus dibedakan dari warna atau catur warna (hindu) pembagian manusia dalam masyarakat agama hindu yaitu :

  1. kaum brahmana : para pendeta, rohaniawan
  2. kaum ksatria     : para anggota lembaga pemerintahan
  3. kaum waisya    : para pedagang,petani tukang dsb.
  4. kaum sudra       : golongan pekerja keras rakyat jelata,
  5. kaum paria        : golongan orang yang terbuang yang di anggap hina.
  6. kaum candela   : perkainan antar warna

Kata Kasta berasal dari bahasa porgugis “caste” yang berarti pemisah,tembok,atau batas. Timbulnya istilah kasta dalam masyarakat hindu adalah karena adanya proses social ( perkembanga masyrakat )yang mengaburkan,pengertian warna pengaburan pengertian warna ini melahirkan tradisi kasta yang membagi tingkatan seorang di masyarakat berdasrkan kelahiran dan setatus keluarganya Istilah kasta tidak di atur di dalam kitab suci weda. Kata kasta itu sendiri dalam bahasa sanskerta berarti kayu.bersamaan dengan bergesernya pengaruh hindu pada masyarakat jawa kasta yang demikian itu tidak otomatis hilang begitu saja.padahal kaum terpelajar mengetahui bahwa salah satu penghambat perkembangan masyarakat adalah adanya kasta. Karena kasta menurut masyarakat untuk memberikan sikap dan penghormatan secara khusus pada kasta tertentu.Walaupun kasta hindu (brahma,kesatria,waisa dan sudra) tidak terpakai lagi di masyarakat jawa begitu juga panggilan raden dan raden ajeng (kepada putrid dan putrikerajaan) namun hal itu tergantikan dengan model yang lain  yang kalau kita mendalami maka akan mendapatkan persamaan dalam perlakuan pada golongan tertentu.