Fakta baru sejarah penyerangan bangsa arya ke india

Selama Bertahun-Tahun teori penyerangan bangsa arya ke India sangat dipercaya oleh orang2 bahkan oleh orang India sendiri. dimana didalam teori tersebut dikatakan bahwa peradaban weda tidak asli dari india melainkan hasil karya bangsa arya (berkulit putih) yang diperkirakan berasal dari iran atau jerman sekarang, yang pernah menyerang dan menaklukan bangsa dravida (berkulit hitam) di India.
masih menurut teori tersebut dikatakan bahwa weda di bawa oleh bangsa arya yang memenangkan perang dengan bangsa dravida yang terlebih dahulu menempati lembah sungai indus, yang berarti bahwa weda bukan berasal dari India tapi dibawa dan berkembang di India. hal ini tentu sangat bertentangan dengan weda itu sendiri, dimana di dalam weda dijelaskan bahwa weda diturunkan dan di terima oleh para resi yang suci di lembah sungai indus (wilayah india sekarang). teori ini dimunculkan oleh max muller seorang kelahiran jerman yang mengabdikan seluruh hidupnya pada oxford university. muller adalah seorang sarjana bahasa sansekerta, dibayar oleh pemerintah inggris untuk menterjemahkan weda ke dalam bahasa inggris yang membuat muller bergabung dengan para indologist (para sarjana missionarist kristen yang berupaya mempelajari weda untuk mencari keburukannya, agar orang india meninggalkan agama Hindu dan masuk kristen). muller tinggal di india selama belasan tahun. dalam naskah weda tersebutlah muller menemukan istilah “arya” tersebut. di dalam weda ada cukup banyak istilah arya ini digunakan sebagai contoh dalam satu purana yaitu ramayana purana istilah arya ini di gunakan untuk menggambarkan sosok sri rama “arya sarva samascaiva sadaiva priyadarsanah” yang artinya, arya, seseorang yang bekerja untuk kepentingan umum dan menyayangi semua orang. dan menurut knapp (2004) seseorang disebut arya adalah bila dia berasal dari keturunan keluarga mulia, lemah lembut prilakunya berpembawa baik dan bertindak benar. dalam reg weda terdapat pernyataan serupa “praja arya jyotiragrah” (rg weda VII.33.17) yang artinya anak-anak arya dibimbing menuju cahaya ( pencerahan ) dalam hal ini jyotih atau cahaya atau pencerahan dalam pengertian spiritual. arya lebih mengarah pada aturan prilaku atau norma prilaku yang mengarah kepada pencerahan kepada tuhan. berbeda dengan pengertian weda diatas muller memberikan penafsiran sendiri terhadap istilah “arya” ini yaitu arya berarti terang atau putih, dalam hal ini “ras berkulit putih” yang pernah menyerang India, yang menurutnya berdasarkan bukti arkeologis saat ini diperkirakan bangsa arya ini berasal dari asia tengah yang hidup berpindah pindah. Peradaban sungai indus disebut muller sebagai peradaban pra-arya karena berbagai alasan. alasan utamanya adalah karena pengaruh pola pikir dan budaya eropa pada abad 19. masa-masa itu adalah masa kebangkitan rasa nasionalisme bangsa jerman. setelah menterjemahkan weda, muller berspekulasi bahwa bangsa arya menyerang india sekitar tahun 1500 sm.
UNSUR POLITIK
mengapa Muller dan sarjana eropa lainnya bersikeras bahwa weda baru muncul 1500 tahun sm? Terlepas dari jasa-jasanya untuk menterjemahkan weda ke dalam bahasa inggris, muller tidak bisa melepaskan diri dari tuntutan jabatan dan pekerjaannya pada waktu itu. sebagai seorang indologist dan Royal Asiatic Society, Muller terikat pula oleh kepentingan kolonial inggris di India. menurut stephen knapp (2004) max muller adalah seorang kristen yang taat, dan ia percaya terhadap kronologi penciptaan dunia beserta isinya menurut uraian kitab injil. Teori Muller itu memang terbukti hanya spekulasi. salah seorang yang melaporkan hai itu adalah Deen Chandora, dalam artikelnya “Distorted Historical Events and Discredited Hindu Cronology” yang muncul dalam bukunya “Revisiting Indus-Sarasvati Age and Ancient India” (halaman 383). Menurut Deen gagasan tentang teori Penyerangan bangsa arya bukanlah semata-mata kesalahan hasil penelitian, melainkan kospirasi politik yang sengaja ditiupkan pada masa itu untuk kepentingan Inggris.
…..the idea of the Aryan invasion was certainly not a matter of misguided research, but was a conspiracy to distribute deliberate misinformation that was formulated on april 10,1866 in london at a secret meeting held in the Royal Asiatic Society. This was “to induct the theory of aryan invasion of India, so that no Indian may say that English are foriegners…….. India was ruled all along by outsider and so the country must remain a slave under the benigh Cristian rule. “This was a political move and this theory was put to solid use in all school and collage.
jadi pada dasarnya, teori linguistik yang diadopsi oleh penguasa kolonial demi mempertahankan kekuasaan mereka, serta untuk memperlancar konversi orang Hindu menjadi Kristen, seperti yang diungkapkan Muller sendiri kepada Istrinya ” Terjemahan edisi ini dan Weda lainnya akan menentukan nasib India kelak dan perkembangan jutaan roh yang lahir di negara ini. Inilah akar kepercayaan mereka, dan aku yakin hanya dengan cara ini akar kepercayaan yang tertanam selama tiga ribu tahun itu dapat dicabut” (The life and Letters of Right Honorable Friedrich Max Muller, Vol.I.p,346).

TIDAK PERNAH ADA SERANGAN BANGSA ARYA
bila dicermati, teori serangan bangsa arya tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sir John Marshall, salah satu pimpinan penggalian situs MAhenjodaro dan Harrapa, menawarkan bukti-bukti bahwa India mengikuti peradaban weda jauh sebelum tibanya “para penyerang (invander)”  Ia menunjukan bahwa India telah memiliki peradaban yang maju bahkan sejak tahun 3500 sm, bahkan mungkin lebih awal. Inteprestasi tentang agama yang dianut oleh peradaban lembah Indus yang kebetulan dilakukan oleh sarjana yang tidak memiliki latar belakang sejarah religius seperti Wheeler menyatakan bahwa peradaban sungai Indus telah berkembang seperti Siwaisme saat ini, dimana Siwaisme sendiri merupakan salah satu mazab dalam Hindu. dan pengertian “arya” diperjelas lagi dalam kitab manusmerti (X.43-45)” namun sebagai akibat kelalaian mereka menjalankan upacara suci, karena mereka mengacuhkan ajaran orang-orang suci, orang-orang berikut dari kaum mulia (ksatria arya) telah merosot hingga kedudukan para pelayan”.
menurut Sir John Marshall, kerangka manusia yang ditemukan di harrapa dengan umur 4000 tahun yang lalu menunjukan persamaan dasar dengan ras-ras yang ada di punjab dan Gujarat dewasa ini. Selain itu ditemukan fosil-fosil kuda di setiap lapisan situs tersebut yang membuktikan bahwa masyarakat pada masa tersebut telah mengenal kuda, dan dapat diartikan sebagai salah satu bukti kemajuan peradaban pada masa itu.
banyak lagi temuan arkeologi yang tidak mungkin disebutkan satu persatu di dalam blog ini yang mendukung bukti bahwa kebudayaan Hindu telah berkembang lama di India dan merupakan kebudayaan asli India serta tidak ada penyerangan atau invasi dari suku bangsa arya ke India. dimana semua teori tersebut muncul karena tidak terlepas dari kepentingan kolonial inggris dan kepentingan para missionaris kristen pada masa itu. Perkembangan ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa teori tersebut tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat.